Minggu, 02 Juli 2017

Persemaian bibit Tanaman Karet

Posted on Minggu, 02 Juli 2017
Trinepinesin Blog | Peluang perjuangan dalam dunia pertanian sangatlah luas khususnya di bidang perkebunan yaitu tanaman keras menyerupai tanaman karet , kopi , kelapa sawit , kakao , kelapa , dan lain-lain. Pembudidayaannya bergotong-royong mudah apabila mengetahui teknik-teknik budidaya dasar yang benar. Kegagalan dalam dunia perjuangan biasanya terjadi pada tahap awal yaitu persemaian. Menurut beberapa survei , tanaman yang sering mengalami kegagalan dalam persemaian yakni persemaian tanaman karet. Bagaimana bisa??? seringkali dipengaruhi oleh faktor intern dan ekstern. Sebagai berikut akan diulas dasar persemaian tanaman karet yang perlu diketahui dalam pembibitan tanaman karet sehingga dapat memperoleh hasil bibit yang maksimal.

PERSEMAIAN BIBIT TANAMAN KARET

1. Persiapan Lahan.
Lahan yang digunakan yakni lahan yang memenuhi syarat tumbuh persemaian tanaman karet yaitu memiliki kandungan unsur hara yang baik , gembur , dan tidak terkontaminasi dengan gulma dan sampah anorganik lainnya serta memiliki sejarah lahan yang baik.

2. Pembuatan bedengan.
Ukuran bedengan diadaptasi dengan seberapa banyak bibit yang akan disemai , umumnya para petani menggunakan ukuran panjang dan lebar 1 ,2 meter dengan tinggi 30-45 cm atau setara dengan 2 jengkal tangan orang sampaumur , bibit yang dapat disemai sebanyak 200 bibit bahkan mampu lebih. sebelum membuat bedengan pastikan tanah gembur dan telah dicampur dengan pupuk organik. Bedengan dapat dibuat menyerupai gambar dibawah ini:

3. Pembuatan atap persemaian.
Atap yang digunakan dapat menggunakan alang-alang atau daun sawit yang masih muda. tonggak kayu yang diharapkan sebanyak 10 batang , dapat menggunakan bambu atau juga jenis kayu lain yang memiliki keras batang. 2 batang pada sisi timur lebih tinggi dengan ukuran 1 meter sedangkan 2 batang di sisi barat lebih rendah yaitu 80 cm. Hal ini bertujuan memudahkan penyinaran matahari pada pagi hari yang terbit dari sebelah timur. Sisa batang lainnya digunakan untuk menyanggah atap dan menjepit.

4. Pemilihan bibit karet.
Pemilihan bibit menggunakan seleksi bibit , bibit yang dipilih memiliki ciri fisik berwarna mengkilap , dan memiliki daya lenting yang tinggi. Seleksi dapat dilakukan dengan 2 cara yaitu melalui perendaman dengan air , bibit yang baik akan terendam dan bibit jelek akan terapung. cara kedua dengan mengamati daya lenting , dengan cara menjatuhkan bibit pada permukaan logam menyerupai cangkul apabila bibit melenting tinggi , maka bibit dinyatakan baik untuk di semai.

5. Persemaian.
Bibit yang sudah dipilih tadi , disusun dengan rapi , dengan posisi perut dibawah dan menghadap ke posisi timur. jarak antar bibit satu dengan yg lainnya 2 cm dengan jarak antar barisan 3 jari manusia. menyerupai gambar dibawah ini :


6. Pemberian pasir.
Pemberian pasir pada permukaan bertujuan menjaga kelembapan dan perlindungan air yang berlebihan sehingga tingkat keberhasilan lebih tinggi.

7. Penyiraman dan Perawatan.
Setelah tahap-tahap diatas tamat lakukan penyiraman secara rutin khusus nya dikala cuaca sangat panas. penyiraman dianjurkan pada sore hari. lakuan perawatan dengan mencabut gulma yang mulai tumbuh atau sanitasi lingkungan sekitar sampai keluar bibit pada stadium jarum.